Minggu, 03 April 2016

Perjalanan ke Sorong [Tarian Selamat Datang]

Upacara pembukaan pada kegiatan FGD Sorong 20-24 Maret 2016 ada yang menarik pandanganku untuk menikmati keindahan seni tradisional di papua. Ya tarian penyambutan tamu atau kalau tidak salah namanya tari Sajojo. Para penari menari dengan cara melompat dan menghentak-hentakkan kakinya. Berbagai alat musik tradisional Papua seperti tifa juga dipergunakan untuk mengiringi tarian ini
Tari Sajojo adalah merupakan tarian pergaulan berbagai suku adat di Papua. Tarian ini sudah cukup terkenal sebagai tarian penyambut tamu yang sering dipertunjukan dalam acara penyambutan tamu maupun acara lainnya.
Tari Selamat Datang adalah tarian tradisional sejenis tarian penyambutan yang berasal dari daerah Papua. Tarian ini biasanya dibawakan oleh para penari pria dan wanita untuk menyambut tamu kehormatan atau tamu penting yang berkunjung ke sana. Tari Selamat Datang merupakan salah satu tarian tradisional yang cukup terkenal di daerah Papua. Selain gerakannya yang khas dan enerjik, tarian ini tentu kaya akan makna dan nilai-nilai di dalamnya.

Menurut sejarahnya, Tari Selamat Datang sudah ada sejak zaman dahulu. Di Papua sendiri pada dasarnya memiliki banyak suku dan setiap suku biasanya memiliki ciri khas tersendiri dalam tarian selamat datang mereka. Tari Selamat Datang sejak dulu sering dilakukan oleh masyarakat di sana untuk menyambut kedatangan para tamu, baik dari luar kota, luar suku, maupun tamu penting lainnya yang dianggap terhormat atau berniat baik dalam kedatangan mereka. Tari Selamat Datang juga merupakan simbol penghormatan dan tanda bahwa tamu tersebut itu diterima dengan baik oleh masyarakat di sana.
Tari Selamat Datang telah menjadi suatu tradisi dikalangan masyarakat Papua, sehingga masih terus dilestarikan dan dikembangkan oleh masyarakat di sana. Karena kecintaan mereka pada budaya Papua, para seniman disana kemudian mengambangkan tarian ini. Dengan membawa unsur budaya Papua yang beragam dan ciri khas masyarakat Papua dalamnya, maka jadilah Tari Selamat Datang yang sering ditampilkan saat ini. Walaupun begitu beberapa suku di Papua masih tetap mempertahankan tarian selamat datang yang menjadi ciri khas mereka dulu.
Dengan diiringi oleh lagu dan musik pengiring, para penari menari dengan gerakannya yang khas. Gerakan dalam Tari Selamat Datang ini sangat enerjik, sehingga menggambarkan keceriaan  dari para penarinya. Dalam pertunjukannya, Tari Selamat Datang dibagi menjadi beberapa babak tarian dan setiap babak tersebut mempunyai gerakan yang berbeda-beda.
Kostum yang digunakan dalam pertunjukan Tari Selamat Datang, biasanya merupakan pakaian tradisional yang terbuat dari daun atau akar. Namun pada saat ini banyak juga yang menggantinya dengan pakaian kain sebagai pengembangan agar terlihat menarik. Walaupun begitu, aksesoris yang digunakan masih tetap sama, seperti halnya penutup kepala, kalung, dan gelang, serta lukisan etnik yang mewarnai tubuh mereka. Sehingga nuansa khas Papua masih tetap melekat.
YUK CINTAI DAN LESTARIKAN KESENIAN TRADISIONAL DI INDONESIA!

Galeri Foto

Perjalanan ke Sorong [FGD Perencana PTKIN ke 1 di tahun 2016]

Tanggal 20-24 Maret 2016 Jadwal pelaksanaan Focus Group Discussion yang pertama kali di tahun 2016 yang di laksanakan di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sorong, Yah... Indonesia bagian timur. Perjalanan ini menjadi trip pertamaku mengujungi saudara saudara kita di Indonesia bagian timur. Terbayang jauhnya perjalanan yang harus ditempuh tidak menyurutkan semangatku untuk menginjakan kakiku di sana.
Minggu sore dengan diantar istri dan anak anakku tercinta ke bandara adi sucipto jogja menjadi awal perjalanan menuju indonesia bagian timur. Sengaja aku mengambil penerbangan dari jogja dan tidak dari solo untuk memangkas waktu. Kalau dari SOlo harus terbang ke jakarta, dari jakarta terbang lagi menuju makasar, baru dari makasar terbang ke sorong. Tapi kalau dari jogja bisa langsung makasar, dan makasar terbang lagi kesorong.
Sengaja berangkat dari surakarta agak siangan tidak mepet jadwal perbangan jam 18.50 biar anak anak sempat mengunjungi embahnya di jogja dan pulang dari jogja gak terlalu malam.
Waktu yang lumayan lama menunggu jadwal penerbangan dan menunggu sigit serta teman teman dari tim UIN Jogja merapat dibandawa aku istirahat di longe garuda. Ternyata di longe garuda aku tidak sendirian, aku ketemu si gedut Suparja, adik tingkat waktu kuliah di jogja yang pernah aku warisi UPT Puskom untuk di kelola karena aku harus hijrah ke solo. Dia juga akan terbang ke papua tepatnya ke manokwari, dia kerja disana di menkoinfonya sana, lumayan dapat nostalgiaan bareng si gendut.
Jam 18.50 WIB kami terbang, ternyata bukan UIN Jogja aja yang bareng dalam penerbangan, tim IAIN Purwokerto ternyata bareng sama kita.
Dimakasar kita harus lumayan lama untuk berjuang melawan ngantuk menunggu penerbangan jam 3 pagi waktu makasar. Dan alhamdulillah jam 06.30 WIT kita tiba di sorong dan dijemput oleh timnya mba Irfa dari STAIN SOrong.
Focus Group Discussion Sorong ini mengusung tema yang lumayan berat dan aku menerima amanat untuk menjadi PIC kegiatan tersebut dari Tim Task FOrce untuk mengawal output kegiatan. Dari Isu isu strategis kebijakan penyusunan anggaran tahun 2017, Rencana Strategik (Renstra ) pendis 2015-2019, Standar Biaya Masukan (SBM) tahun 2017 dan yang paling berat adalah menyusun usulan dan rekomendasi revisi terhadap surat menteri keuangan nomor S-39/MK.02/2015 tentang standar biaya masukan lainnya untuk PTKIN. Nanti aku cerita satu satu ya....
Gunung.. gunung..
Lembah.. lembah...
Yang penuh misteri...
Kau ku puja slalu... keindahan alam Mu yang.. mempesona...
Sungai Mu yang deras..
Mengalirkan emas...
So ya Tuhan Trima kasih...
Lagu ini yang dinyanyikan saat upacara pembukaan mengingatkanku kembali untuk kembali bersyukur kepadaMu ya Allah atas karunia keindahan alam ciptaaMU, membawa kenangan kembali masa masa aku aktif di pecinta alam. Terima kasih Tuhan atas kesempatan yang diberikan untuk dapat menikmati keindahan dan mensyukuri nikmat yang engkau berikan kepadaku.

Galeri Kegiatan

Jumat, 01 April 2016

Perjalanan ke Padang [Tim Taskforce]


Tanggal 10 sampai dengan 13 Desember 2015 kemarin merupakan perjalananku ke 2 ke tanah minang memenuhi undangan saudagar jengkol bang fuad.Acara forum group discusion tim task force membahas berbagai masalah yang sedang trend pada audit plus menyusun laporan 6 kegiatan FGD yang sudah dikawal proses dan outputnya oleh tim.
Point yang menjadi catatan utama adalah pengertian mahasiswa adalah masyarakat terkait dengan beberapa hal masalah pembayaran yang ada dalam standar biaya masukan, catatan tersebut adalah pada Undang undang pendidikan tinggi no 12 tahun 2012 bab 1 pasal 1 ayat 15 disebutkan bahwa Mahasiswa adalah peserta didik pada jenjang Pendidikan Tinggi, Undang undang Sistem Pendidikan Nasional no 20 tahun 2003 pada pasal 1 ayat 4 disebutkan bahwa Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu dan Peraturan pemerintah nomor 4 tahun 2014 tentang penyelenggaraan pendidikan tinggi dan pengelolaan perguruan tinggi.

Galeri Kegiatan

Perjalanan ke Padang [Kaki Bengkak]

Panitia pelaksana kegiatan dari IAIN Imam Bonjol Padang menjemput peserta dibandara, termasuk komandannya si saudagar jengkol bangfu. Tapi ada yang aneh dengan cara jalan bangfu, kena apa ya....
Jalan dengan salah satu kakinya tidak semestinya melangkah, seperti di seret dan wajahnya seperti nahan rasa sakit atau nahan pingin buang air besar. Setelah di selidiki dengan diam diam, diamati dari wajah berkacamata sampai ke jempol kakinya baru ketahuan... salah satu kakinya sebesar kaki gajah ha..ha...

Ternyata... asam uratnya kambuh bro....
Salut buat semangatnya bangfu...
dengan menahan rasa sakit tetap semangat menyukseskan kegiatan. Cepat sembuh bro...

Selasa, 29 Maret 2016

Perjalanan ke Padang [Bandara Minangkabau]

Solo - Jakarta - Padang merupakan perjalanan yang lumayan lama berada diudara bersama garuda, trip to padang tanggal 10 sampai dengan 13 Desember 2015 ini merupakan kali keduanya aku mengunjungi tanah minang, sebenarnya sih tiga kali tapi salah satu tripnya tidak menuju tanah minang tapi menuju kota dengan ikon kotanya jam gadang.. ya kota bukittinggi. Next time aku ceritakan perjalananku ke kota jam gadang yang dalam perjalananku ini aku dapat gelar profesor oleh seorang kawan yang mempunyai dedikasi tinggi terhadap kerjaanya, sampai sampai harus menerobos hutan dan antrian macet kurang lebih hampir 5 km.
Kembali ke penerbanganku saat ini, mendekati bandara minangkabau ada pemandangan yang sangat indah hasil ciptaan Allah untuk umatnya, hamparan laut yang biru dan beberapa pulau kecil yang menghiasi permadani biru. Subahanallah... sungguh indah ciptaanMu ya rob