Sabtu, 14 November 2009

Jumat, 13 November 2009

Kamis, 26 Maret 2009

Hujan, angin kencang dan petir dikartasura

wuuiiittt.......

jam 20.30an waktu kartasura hujan petir dan angin kencang tiba tiba datang tanpa kulanuwun, apalagi nderek langkung, lampu mati total. Telepon berdering mengabarkan kalau wilayah solo dan sekitarnya mati lampu dan hujan badai. Alamat lama nich mati lampunya

bener juga lampu menyala sekitar jam 12an. Untung ada si ICA UPS komputer yang biasanya dipakai untuk komputer, disambung ke lampu. Lumayan ruang tengah bisa terang dan Fathin gak ketakutan lagi.

Kejadian itu masih sempat diabadikan dengan kamera tanpa blitz

DSC00227_resize DSC00235_resize
talang air yang biasane gak bermasalah saat hujan, sekarang gak muat untuk mengalirkan air hujan getenge jadi bocor.....
DSCF0291_resize DSCF0295_resize
Yah.... kok hujane gak habis habis ya.... takutttt......
DSCF0311_resize DSCF0308_resize
Situasi diluar rumah Situasi diluar rumah

Sabtu, 20 Desember 2008

Sekilas Teori pembuatan homebrew antenna

Tulisan ini hanya sekilas teori pembuatan homebrew antenna khususnya Antenna WajanBolic dan hal-hal seputar Wireless Network, mudah mudah bisa berguna dan bisa menjawab keinginan saudaraku jatiagung.

Apa itu

: dB, dBW, dBm, dBi?

dB (decibel)

: Adalah satuan factor penguatan jika nilainya positif, dan

  pelemahan /redaman/loss jika nilainya negative

in Out

 

Jika input = 1 watt, output = 100 watt maka terjadi penguatan 100 kali

Jika input = 100 watt, output = 50 watt maka terjadi redaman/loss ½ daya

 

Jika dinyatakan dalam dB :

G = 10 log 100/1 = 20 dB

G = 10 log 50/100 = -3 dB ( maka disebut redaman / loss 3 dB)

dBW dan dBm

: adalah satuan level daya

dBW

: adalah satuan level daya dengan referensi daya 1 watt

 

P(dBW) = 10 Log P(watt)/1 watt

dBm

: adalah satuan level daya dengan referensi daya 1 mW = 10-3 watt

 

P (dBm) = 10 Log P(watt)/10-3 watt

 

Contoh

 

1. 10 Watt = P (dBW) = 10 Log 10 Watt/1 Watt (= 10 Log 10 = 10 dBW)

2. 100 Watt = P (dBW) = 10 Log 100 Watt/1 Watt (= 10 Log 100 = 20 dBW)

3. 1000 Watt = P (dBW) = 10 Log 1000 Watt /1 Watt (= 10 Log 1000 = 30 dBW)

4. 10 Watt = P(dBm) = 10 Log 10/10-3 = 10 Log 104 = 10*4 = 40 dBm

5. 100 Watt = P(dBm) = 10 Log 100/10-3 = 10 Log 105 = 10*5 = 50 dBm

6. 1000 Watt = P(dBm) = 10 Log 1000/10-3 = 10 Log 106 = 10*6 = 60 dBm

Kesimpulan :

10 Watt = 10 dBW = 40 dBm

100 Watt = 20 dBW = 50 dBm

1000 Watt = 30 dBW = 60 dBm

 

Terlihat bahwa dari dBw ke dBm terdapat selisih 30 dB sehingga dapat dirumuskan :

P (dBm) = P (dBW) + 30 atau,

P (dBW) = P (dBm) - 30

 

Contoh :

15 dbW = …. dBm = 15 + 30 = 45 dBm

60 dBm = …. dBW = 60 – 30 = 39 dBW

dBi satuan gain antenna dengan referensi antena isotropis yang memiliki gain = 1

G (dBi) = 10 Log Ga/Gi = Gi = 1

= 10 log Ga

 

Contoh :

Antena Colinear memiliki Gain 7 kali dibanding antenna isotropis. Berapa dBi

Gain antenna Colinear tsb?

G = 10 log 7 = 8.45 dBi

 

Contoh :

Antena Yagi memiliki gain 18 dBi

18 dB = Antilog 18/10 = 63.095 kali ~ 63 kali

Artinya gain antenna Yagi adalah 63 kali lebih besar dibandingkan antenna Isotropis

Beberapa Contoh penggunaan satuan dB

 

Contoh 1 :

Sebuah Amplifier mempunyai gain = 20 dB, jika diberi input 10 dBm berapa output amplifier tersebut?

Jawab :

Pout (dBm) = Pin(dBm) + G = 10 + 20 = 30 dBm

Contoh 2 :

Sebuah Amplifier dengan gain 30 dB, jika outputnya sebesar 45 dBm berapa level inputnya?

Jawab :

Pout(dBm) = Pin (dBm) + G == Pin = Pout – G = 45 – 30 = 15 dBm

 

Contoh 3 :

Output amplifier sebesar 30 dBm akan dilewatkan kabel dengan redaman / loss 2 dB. Berapa level sinyal setelah melewati kabel?

 

Jawab :

Pout = Pin – L = 30 – 2 = 28 dBm

 

Contoh 4 :

Output RF amplifier sebesar 20 dBm akan diumpankan ke antenna parabolic dengan Gain = 15 dB melalui kabel pigtail yang memiliki redaman / Loss 2 dB. Berapa EIRP dari sinyal tsb.

 

Jawab :

EIRP = Po – L + Ga = 20 – 2 + 15 = 33 dBm

Bersambung ke...... PARABOLIC ANTENA

PESAN ERROR DENGAN VISUAL

Pesan error dengan visual maksudnya bila ada kesalahan pada saat proses P.O.S.T, maka pesan kesalahan tersebut ditampilkan pada layar monitor komputer Anda. Untuk lebih jelas, ini adalah salah satu contoh kode error secara visual, yaitu motherboard kehilangan isi BIOS.

capture2

Gambar 2. Bios motherboard rusak atau korup

Dibawah ini adalah jenis-jenis error yang ditampilkan di layar monitor.

Tabel C. TEKS PESAN KESALAHAN UNTUK BIOS AWARD (Bagian 1)

BIOS ROM checksum error - System halted

Kode checksum BIOS dalam chip BIOS chip tidak sama, mengindikasikan bahwa kode BIOS mungkin rusak atau tidak lengkap. Ganti BIOS.

CMOS battery failed

Batere CMOS sudah tidak berfungsi. Ganti batere dengan yang baru.

CMOS checksum error - Defaults loaded

Checksum CMOS tidak sama, oleh karena itu sistem memuat setelan default. Kesalahan checksum biasanya diindikasi oleh CMOS yg rusak atau karena batere BIOS yg sudah lemah.

CMOS CHECKSUM ERROR DISK BOOT FAILURE, INSERT SYSTEM DISK AND PRESS ENTER

Checksum CMOS tidak sama. Hal ini diindikasikan data CMOS rusak. Atau bisa jadi batere CMOS yg sudah lemah.

CPU at nnn

Menunjukkan CPU berjalan pada kecepatan nnn Hertz.

DISKETTE DRIVES OR TYPES MISMATCH ERROR - RUN SETUP

Jenis drive disket tidak sama dengan yg disetel di CMOS. Jalankan Setup untuk dikonfigurasi ulang ke jenis drive yg sesuai.

Display switch is set incorrectly

Saklar layar pada papan induk ada kalanya bisa disetel untuk layar monokrom atau berwarna. Pesan kesalahan ini diindikasikan kemungkinan saklar tersebut disetel berbeda dengan setelan pada SETUP. Tentukan setelan mana yg benar atau matikan sistem dan ubah saklar, atau masuk ke SETUP untuk mengubah pilihan layar video.

DISPLAY TYPE HAS CHANGED SINCE LAST BOOT

Pada saat terakhir mematikan sistem, adapter layar telah berubah. Anda harus mengkonfigurasi ulang sistem untuk jenis layar yg baru.

EISA Configuration Checksum Error

Hasil ceksum RAM EISA yg nonvolatile salah atau saat pengujian tidak dapat mengakses slot EISA. Hal ini bisa diindikasikan memory EISA yg nonvolatile rusak atau salah setelan. Atau bisa juga dengan memantapkan kartu EISA lebih dalam.

EISA Configuration Is Not Complete

Informasi konfigurasi slot yg disimpan pada memory EISA nonvolatile tidak lengkap.

ERROR ENCOUNTERED INITIALIZING HARD DRIVE

Hard drive tidak dapat dikenal. Pastikan adapternya dipasang dengan benar dan semua kabel-kabel terpasang dengan mantap. Juga pastikan setelan jenis hard drive sama dengan setelan SETUP.

ERROR INITIALIZING HARD DISK CONTROLLER

Pengendali tidak dapat dikenal. Pastikan kartu adapter terpasang dengan benar pada slotnya. Selain itu pastikan setelan jenis harddrive di SETUP benar. Juga cek setelan jumper yang ada pada harddrive.

FLOPPY DISK CONTROLLER ERROR OR NO CONTROLLER PRESENT

Pengendali floppy drive tidak ditemukan atau dikenal. Pastikan pengendali telah dipasang dengan mantap dan benar. Jika floppy drives tidak dipasang, pastikan setelah

Diskette Drive
dalam SETUP dipilih “None”.

Floppy disk(s) fail

Pengendali floppy drive tidak ditemukan atau dikenal. Pastikan pengendali telah dipasang dengan mantap dan benar. Jika tidak ada floppy drives yg dipasang, pastikan setelan di SETUP untuk ini di “None” atau “Auto”.

HARD DISK initializing

Tunggu beberapa saat, beberapa hard drive membutuhkan waktu untuk dikenali.

HARD DISK INSTALL FAILURE

Pengendali hard drive or atau drive-nya tidak ditemukan. Pastikan pengendali dipasang secara benar. Jika hard drives tidak dipasang, pastikan setelan Hard Drive diset “None”.

Hard disk(s) diagnosis fail

Sistem mungkin menjalankan rutinitas diagnosa disk. Pesan ini muncul bila satu atau lebih hard disk rusak saat proses diagnosa.

Hard disk(s) diagnostic fail

Sistem mungkin menjalankan rutinitas diagnosa disk. Pesan ini muncul bila satu atau lebih hard disk rusak saat proses diagnosa.

Invalid EISA Configuration

Memory nonvolatile yg mengandung informasi konfigurasi EISA mungkin diprogram salah atau menjadi rusak. Jalankan alat bantu konfigurasi EISA configuration untuk memperbaiki program di memory.

Selanjutnya : TEKS PESAN KESALAHAN UNTUK BIOS AWARD (Bagian 1)

 

Bagian Sebelumnya    Bagian Selanjutnya