Powerpoint membuat blog di wordprees.com
Materi Membuat Blog di Wordpress.com
Powerpoint membuat blog di wordprees.com
wuuiiittt.......
jam 20.30an waktu kartasura hujan petir dan angin kencang tiba tiba datang tanpa kulanuwun, apalagi nderek langkung, lampu mati total. Telepon berdering mengabarkan kalau wilayah solo dan sekitarnya mati lampu dan hujan badai. Alamat lama nich mati lampunya
bener juga lampu menyala sekitar jam 12an. Untung ada si ICA UPS komputer yang biasanya dipakai untuk komputer, disambung ke lampu. Lumayan ruang tengah bisa terang dan Fathin gak ketakutan lagi.
Kejadian itu masih sempat diabadikan dengan kamera tanpa blitz
Tulisan ini hanya sekilas teori pembuatan homebrew antenna khususnya Antenna WajanBolic dan hal-hal seputar Wireless Network, mudah mudah bisa berguna dan bisa menjawab keinginan saudaraku jatiagung.
| Apa itu | : dB, dBW, dBm, dBi? |
| dB (decibel) | : Adalah satuan factor penguatan jika nilainya positif, dan pelemahan /redaman/loss jika nilainya negative |
| Jika input = 1 watt, output = 100 watt maka terjadi penguatan 100 kali Jika input = 100 watt, output = 50 watt maka terjadi redaman/loss ½ daya | |
| Jika dinyatakan dalam dB : G = 10 log 100/1 = 20 dB G = 10 log 50/100 = -3 dB ( maka disebut redaman / loss 3 dB) |
| dBW dan dBm | : adalah satuan level daya |
| dBW | : adalah satuan level daya dengan referensi daya 1 watt |
| P(dBW) = 10 Log P(watt)/1 watt | |
| dBm | : adalah satuan level daya dengan referensi daya 1 mW = 10-3 watt |
| P (dBm) = 10 Log P(watt)/10-3 watt |
| Contoh | |
| 1. 10 Watt = P (dBW) = 10 Log 10 Watt/1 Watt (= 10 Log 10 = 10 dBW) 2. 100 Watt = P (dBW) = 10 Log 100 Watt/1 Watt (= 10 Log 100 = 20 dBW) 3. 1000 Watt = P (dBW) = 10 Log 1000 Watt /1 Watt (= 10 Log 1000 = 30 dBW) 4. 10 Watt = P(dBm) = 10 Log 10/10-3 = 10 Log 104 = 10*4 = 40 dBm 5. 100 Watt = P(dBm) = 10 Log 100/10-3 = 10 Log 105 = 10*5 = 50 dBm 6. 1000 Watt = P(dBm) = 10 Log 1000/10-3 = 10 Log 106 = 10*6 = 60 dBm |
Kesimpulan :
10 Watt = 10 dBW = 40 dBm
100 Watt = 20 dBW = 50 dBm
1000 Watt = 30 dBW = 60 dBm
Terlihat bahwa dari dBw ke dBm terdapat selisih 30 dB sehingga dapat dirumuskan :
P (dBm) = P (dBW) + 30 atau,
P (dBW) = P (dBm) - 30
Contoh :
15 dbW = …. dBm = 15 + 30 = 45 dBm
60 dBm = …. dBW = 60 – 30 = 39 dBW
dBi satuan gain antenna dengan referensi antena isotropis yang memiliki gain = 1
G (dBi) = 10 Log Ga/Gi = Gi = 1
= 10 log Ga
Contoh :
Antena Colinear memiliki Gain 7 kali dibanding antenna isotropis. Berapa dBi
Gain antenna Colinear tsb?
G = 10 log 7 = 8.45 dBi
Contoh :
Antena Yagi memiliki gain 18 dBi
18 dB = Antilog 18/10 = 63.095 kali ~ 63 kali
Artinya gain antenna Yagi adalah 63 kali lebih besar dibandingkan antenna Isotropis
Beberapa Contoh penggunaan satuan dB
Contoh 1 :
Sebuah Amplifier mempunyai gain = 20 dB, jika diberi input 10 dBm berapa output amplifier tersebut?
Jawab :
Pout (dBm) = Pin(dBm) + G = 10 + 20 = 30 dBm
Contoh 2 :
Sebuah Amplifier dengan gain 30 dB, jika outputnya sebesar 45 dBm berapa level inputnya?
Jawab :
Pout(dBm) = Pin (dBm) + G == Pin = Pout – G = 45 – 30 = 15 dBm
Contoh 3 :
Output amplifier sebesar 30 dBm akan dilewatkan kabel dengan redaman / loss 2 dB. Berapa level sinyal setelah melewati kabel?
Jawab :
Pout = Pin – L = 30 – 2 = 28 dBm
Contoh 4 :
Output RF amplifier sebesar 20 dBm akan diumpankan ke antenna parabolic dengan Gain = 15 dB melalui kabel pigtail yang memiliki redaman / Loss 2 dB. Berapa EIRP dari sinyal tsb.
Jawab :
EIRP = Po – L + Ga = 20 – 2 + 15 = 33 dBm
Bersambung ke...... PARABOLIC ANTENA
Pesan error dengan visual maksudnya bila ada kesalahan pada saat proses P.O.S.T, maka pesan kesalahan tersebut ditampilkan pada layar monitor komputer Anda. Untuk lebih jelas, ini adalah salah satu contoh kode error secara visual, yaitu motherboard kehilangan isi BIOS.
Gambar 2. Bios motherboard rusak atau korup
Dibawah ini adalah jenis-jenis error yang ditampilkan di layar monitor.
Tabel C. TEKS PESAN KESALAHAN UNTUK BIOS AWARD (Bagian 1)
| BIOS ROM checksum error - System halted | Kode checksum BIOS dalam chip BIOS chip tidak sama, mengindikasikan bahwa kode BIOS mungkin rusak atau tidak lengkap. Ganti BIOS. |
| CMOS battery failed | Batere CMOS sudah tidak berfungsi. Ganti batere dengan yang baru. |
| CMOS checksum error - Defaults loaded | Checksum CMOS tidak sama, oleh karena itu sistem memuat setelan default. Kesalahan checksum biasanya diindikasi oleh CMOS yg rusak atau karena batere BIOS yg sudah lemah. |
| CMOS CHECKSUM ERROR DISK BOOT FAILURE, INSERT SYSTEM DISK AND PRESS ENTER | Checksum CMOS tidak sama. Hal ini diindikasikan data CMOS rusak. Atau bisa jadi batere CMOS yg sudah lemah. |
| CPU at nnn | Menunjukkan CPU berjalan pada kecepatan nnn Hertz. |
| DISKETTE DRIVES OR TYPES MISMATCH ERROR - RUN SETUP | Jenis drive disket tidak sama dengan yg disetel di CMOS. Jalankan Setup untuk dikonfigurasi ulang ke jenis drive yg sesuai. |
| Display switch is set incorrectly | Saklar layar pada papan induk ada kalanya bisa disetel untuk layar monokrom atau berwarna. Pesan kesalahan ini diindikasikan kemungkinan saklar tersebut disetel berbeda dengan setelan pada SETUP. Tentukan setelan mana yg benar atau matikan sistem dan ubah saklar, atau masuk ke SETUP untuk mengubah pilihan layar video. |
| DISPLAY TYPE HAS CHANGED SINCE LAST BOOT | Pada saat terakhir mematikan sistem, adapter layar telah berubah. Anda harus mengkonfigurasi ulang sistem untuk jenis layar yg baru. |
| EISA Configuration Checksum Error | Hasil ceksum RAM EISA yg nonvolatile salah atau saat pengujian tidak dapat mengakses slot EISA. Hal ini bisa diindikasikan memory EISA yg nonvolatile rusak atau salah setelan. Atau bisa juga dengan memantapkan kartu EISA lebih dalam. |
| EISA Configuration Is Not Complete | Informasi konfigurasi slot yg disimpan pada memory EISA nonvolatile tidak lengkap. |
| ERROR ENCOUNTERED INITIALIZING HARD DRIVE | Hard drive tidak dapat dikenal. Pastikan adapternya dipasang dengan benar dan semua kabel-kabel terpasang dengan mantap. Juga pastikan setelan jenis hard drive sama dengan setelan SETUP. |
| ERROR INITIALIZING HARD DISK CONTROLLER | Pengendali tidak dapat dikenal. Pastikan kartu adapter terpasang dengan benar pada slotnya. Selain itu pastikan setelan jenis harddrive di SETUP benar. Juga cek setelan jumper yang ada pada harddrive. |
| FLOPPY DISK CONTROLLER ERROR OR NO CONTROLLER PRESENT | Pengendali floppy drive tidak ditemukan atau dikenal. Pastikan pengendali telah dipasang dengan mantap dan benar. Jika floppy drives tidak dipasang, pastikan setelah |
| Floppy disk(s) fail | Pengendali floppy drive tidak ditemukan atau dikenal. Pastikan pengendali telah dipasang dengan mantap dan benar. Jika tidak ada floppy drives yg dipasang, pastikan setelan di SETUP untuk ini di “None” atau “Auto”. |
| HARD DISK initializing | Tunggu beberapa saat, beberapa hard drive membutuhkan waktu untuk dikenali. |
| HARD DISK INSTALL FAILURE | Pengendali hard drive or atau drive-nya tidak ditemukan. Pastikan pengendali dipasang secara benar. Jika hard drives tidak dipasang, pastikan setelan Hard Drive diset “None”. |
| Hard disk(s) diagnosis fail | Sistem mungkin menjalankan rutinitas diagnosa disk. Pesan ini muncul bila satu atau lebih hard disk rusak saat proses diagnosa. |
| Hard disk(s) diagnostic fail | Sistem mungkin menjalankan rutinitas diagnosa disk. Pesan ini muncul bila satu atau lebih hard disk rusak saat proses diagnosa. |
| Invalid EISA Configuration | Memory nonvolatile yg mengandung informasi konfigurasi EISA mungkin diprogram salah atau menjadi rusak. Jalankan alat bantu konfigurasi EISA configuration untuk memperbaiki program di memory. |
Selanjutnya : TEKS PESAN KESALAHAN UNTUK BIOS AWARD (Bagian 1)
Bagian Sebelumnya Bagian Selanjutnya