Kamis, 26 Maret 2009

Hujan, angin kencang dan petir dikartasura

wuuiiittt.......

jam 20.30an waktu kartasura hujan petir dan angin kencang tiba tiba datang tanpa kulanuwun, apalagi nderek langkung, lampu mati total. Telepon berdering mengabarkan kalau wilayah solo dan sekitarnya mati lampu dan hujan badai. Alamat lama nich mati lampunya

bener juga lampu menyala sekitar jam 12an. Untung ada si ICA UPS komputer yang biasanya dipakai untuk komputer, disambung ke lampu. Lumayan ruang tengah bisa terang dan Fathin gak ketakutan lagi.

Kejadian itu masih sempat diabadikan dengan kamera tanpa blitz

DSC00227_resize DSC00235_resize
talang air yang biasane gak bermasalah saat hujan, sekarang gak muat untuk mengalirkan air hujan getenge jadi bocor.....
DSCF0291_resize DSCF0295_resize
Yah.... kok hujane gak habis habis ya.... takutttt......
DSCF0311_resize DSCF0308_resize
Situasi diluar rumah Situasi diluar rumah

Sabtu, 20 Desember 2008

Sekilas Teori pembuatan homebrew antenna

Tulisan ini hanya sekilas teori pembuatan homebrew antenna khususnya Antenna WajanBolic dan hal-hal seputar Wireless Network, mudah mudah bisa berguna dan bisa menjawab keinginan saudaraku jatiagung.

Apa itu

: dB, dBW, dBm, dBi?

dB (decibel)

: Adalah satuan factor penguatan jika nilainya positif, dan

  pelemahan /redaman/loss jika nilainya negative

in Out

 

Jika input = 1 watt, output = 100 watt maka terjadi penguatan 100 kali

Jika input = 100 watt, output = 50 watt maka terjadi redaman/loss ½ daya

 

Jika dinyatakan dalam dB :

G = 10 log 100/1 = 20 dB

G = 10 log 50/100 = -3 dB ( maka disebut redaman / loss 3 dB)

dBW dan dBm

: adalah satuan level daya

dBW

: adalah satuan level daya dengan referensi daya 1 watt

 

P(dBW) = 10 Log P(watt)/1 watt

dBm

: adalah satuan level daya dengan referensi daya 1 mW = 10-3 watt

 

P (dBm) = 10 Log P(watt)/10-3 watt

 

Contoh

 

1. 10 Watt = P (dBW) = 10 Log 10 Watt/1 Watt (= 10 Log 10 = 10 dBW)

2. 100 Watt = P (dBW) = 10 Log 100 Watt/1 Watt (= 10 Log 100 = 20 dBW)

3. 1000 Watt = P (dBW) = 10 Log 1000 Watt /1 Watt (= 10 Log 1000 = 30 dBW)

4. 10 Watt = P(dBm) = 10 Log 10/10-3 = 10 Log 104 = 10*4 = 40 dBm

5. 100 Watt = P(dBm) = 10 Log 100/10-3 = 10 Log 105 = 10*5 = 50 dBm

6. 1000 Watt = P(dBm) = 10 Log 1000/10-3 = 10 Log 106 = 10*6 = 60 dBm

Kesimpulan :

10 Watt = 10 dBW = 40 dBm

100 Watt = 20 dBW = 50 dBm

1000 Watt = 30 dBW = 60 dBm

 

Terlihat bahwa dari dBw ke dBm terdapat selisih 30 dB sehingga dapat dirumuskan :

P (dBm) = P (dBW) + 30 atau,

P (dBW) = P (dBm) - 30

 

Contoh :

15 dbW = …. dBm = 15 + 30 = 45 dBm

60 dBm = …. dBW = 60 – 30 = 39 dBW

dBi satuan gain antenna dengan referensi antena isotropis yang memiliki gain = 1

G (dBi) = 10 Log Ga/Gi = Gi = 1

= 10 log Ga

 

Contoh :

Antena Colinear memiliki Gain 7 kali dibanding antenna isotropis. Berapa dBi

Gain antenna Colinear tsb?

G = 10 log 7 = 8.45 dBi

 

Contoh :

Antena Yagi memiliki gain 18 dBi

18 dB = Antilog 18/10 = 63.095 kali ~ 63 kali

Artinya gain antenna Yagi adalah 63 kali lebih besar dibandingkan antenna Isotropis

Beberapa Contoh penggunaan satuan dB

 

Contoh 1 :

Sebuah Amplifier mempunyai gain = 20 dB, jika diberi input 10 dBm berapa output amplifier tersebut?

Jawab :

Pout (dBm) = Pin(dBm) + G = 10 + 20 = 30 dBm

Contoh 2 :

Sebuah Amplifier dengan gain 30 dB, jika outputnya sebesar 45 dBm berapa level inputnya?

Jawab :

Pout(dBm) = Pin (dBm) + G == Pin = Pout – G = 45 – 30 = 15 dBm

 

Contoh 3 :

Output amplifier sebesar 30 dBm akan dilewatkan kabel dengan redaman / loss 2 dB. Berapa level sinyal setelah melewati kabel?

 

Jawab :

Pout = Pin – L = 30 – 2 = 28 dBm

 

Contoh 4 :

Output RF amplifier sebesar 20 dBm akan diumpankan ke antenna parabolic dengan Gain = 15 dB melalui kabel pigtail yang memiliki redaman / Loss 2 dB. Berapa EIRP dari sinyal tsb.

 

Jawab :

EIRP = Po – L + Ga = 20 – 2 + 15 = 33 dBm

Bersambung ke...... PARABOLIC ANTENA

PESAN ERROR DENGAN VISUAL

Pesan error dengan visual maksudnya bila ada kesalahan pada saat proses P.O.S.T, maka pesan kesalahan tersebut ditampilkan pada layar monitor komputer Anda. Untuk lebih jelas, ini adalah salah satu contoh kode error secara visual, yaitu motherboard kehilangan isi BIOS.

capture2

Gambar 2. Bios motherboard rusak atau korup

Dibawah ini adalah jenis-jenis error yang ditampilkan di layar monitor.

Tabel C. TEKS PESAN KESALAHAN UNTUK BIOS AWARD (Bagian 1)

BIOS ROM checksum error - System halted

Kode checksum BIOS dalam chip BIOS chip tidak sama, mengindikasikan bahwa kode BIOS mungkin rusak atau tidak lengkap. Ganti BIOS.

CMOS battery failed

Batere CMOS sudah tidak berfungsi. Ganti batere dengan yang baru.

CMOS checksum error - Defaults loaded

Checksum CMOS tidak sama, oleh karena itu sistem memuat setelan default. Kesalahan checksum biasanya diindikasi oleh CMOS yg rusak atau karena batere BIOS yg sudah lemah.

CMOS CHECKSUM ERROR DISK BOOT FAILURE, INSERT SYSTEM DISK AND PRESS ENTER

Checksum CMOS tidak sama. Hal ini diindikasikan data CMOS rusak. Atau bisa jadi batere CMOS yg sudah lemah.

CPU at nnn

Menunjukkan CPU berjalan pada kecepatan nnn Hertz.

DISKETTE DRIVES OR TYPES MISMATCH ERROR - RUN SETUP

Jenis drive disket tidak sama dengan yg disetel di CMOS. Jalankan Setup untuk dikonfigurasi ulang ke jenis drive yg sesuai.

Display switch is set incorrectly

Saklar layar pada papan induk ada kalanya bisa disetel untuk layar monokrom atau berwarna. Pesan kesalahan ini diindikasikan kemungkinan saklar tersebut disetel berbeda dengan setelan pada SETUP. Tentukan setelan mana yg benar atau matikan sistem dan ubah saklar, atau masuk ke SETUP untuk mengubah pilihan layar video.

DISPLAY TYPE HAS CHANGED SINCE LAST BOOT

Pada saat terakhir mematikan sistem, adapter layar telah berubah. Anda harus mengkonfigurasi ulang sistem untuk jenis layar yg baru.

EISA Configuration Checksum Error

Hasil ceksum RAM EISA yg nonvolatile salah atau saat pengujian tidak dapat mengakses slot EISA. Hal ini bisa diindikasikan memory EISA yg nonvolatile rusak atau salah setelan. Atau bisa juga dengan memantapkan kartu EISA lebih dalam.

EISA Configuration Is Not Complete

Informasi konfigurasi slot yg disimpan pada memory EISA nonvolatile tidak lengkap.

ERROR ENCOUNTERED INITIALIZING HARD DRIVE

Hard drive tidak dapat dikenal. Pastikan adapternya dipasang dengan benar dan semua kabel-kabel terpasang dengan mantap. Juga pastikan setelan jenis hard drive sama dengan setelan SETUP.

ERROR INITIALIZING HARD DISK CONTROLLER

Pengendali tidak dapat dikenal. Pastikan kartu adapter terpasang dengan benar pada slotnya. Selain itu pastikan setelan jenis harddrive di SETUP benar. Juga cek setelan jumper yang ada pada harddrive.

FLOPPY DISK CONTROLLER ERROR OR NO CONTROLLER PRESENT

Pengendali floppy drive tidak ditemukan atau dikenal. Pastikan pengendali telah dipasang dengan mantap dan benar. Jika floppy drives tidak dipasang, pastikan setelah

Diskette Drive
dalam SETUP dipilih “None”.

Floppy disk(s) fail

Pengendali floppy drive tidak ditemukan atau dikenal. Pastikan pengendali telah dipasang dengan mantap dan benar. Jika tidak ada floppy drives yg dipasang, pastikan setelan di SETUP untuk ini di “None” atau “Auto”.

HARD DISK initializing

Tunggu beberapa saat, beberapa hard drive membutuhkan waktu untuk dikenali.

HARD DISK INSTALL FAILURE

Pengendali hard drive or atau drive-nya tidak ditemukan. Pastikan pengendali dipasang secara benar. Jika hard drives tidak dipasang, pastikan setelan Hard Drive diset “None”.

Hard disk(s) diagnosis fail

Sistem mungkin menjalankan rutinitas diagnosa disk. Pesan ini muncul bila satu atau lebih hard disk rusak saat proses diagnosa.

Hard disk(s) diagnostic fail

Sistem mungkin menjalankan rutinitas diagnosa disk. Pesan ini muncul bila satu atau lebih hard disk rusak saat proses diagnosa.

Invalid EISA Configuration

Memory nonvolatile yg mengandung informasi konfigurasi EISA mungkin diprogram salah atau menjadi rusak. Jalankan alat bantu konfigurasi EISA configuration untuk memperbaiki program di memory.

Selanjutnya : TEKS PESAN KESALAHAN UNTUK BIOS AWARD (Bagian 1)

 

Bagian Sebelumnya    Bagian Selanjutnya

Kamis, 18 Desember 2008

Tabel A. Tahapan Test untuk BIOS AWARD diatas versi 4.2. (bagian 2)

PIC

Tes lebih jauh untuk chip 8259 telah selesai.

CPU Protected Mode

Procesor ditempatkan dalam modus terproteksi dan kembali ke modus real; chip 8042 digunakan dalam hal ini. Jika ada kesalahan, perlu dicurigai dengan urutan chip 8042, CPU, CMOS, atau BIOS.

Menentukan Extended Memory

Memory diatas 1MB dialamatkan dalam 64K blok. Keseluruhan blok akan tidak aktif jika ada chip RAM yang rusak dalam blok tersebut.

Uji Extended Memory

Extended memory diuji dengan beberapa seri pola. Kesalahan biasanya karena chip RAM, dan sebuah alamat dalam heksadesimal akan ditampilkan untuk menunjukkan alamat bit memory yg rusak.

Unexpected Exceptions

BIOS mengecek “unexpected exceptions” dalam modus terproteksi mode. Kesalahan biasanya karena TSR (Terminate and Stay Resident) atau kerusakan sementara pada RAM.

Shadow Cache

Shadow RAM dan cache diaktifkan. Kesalahan biasanya karena pengendali cache atau chip. Cek CMOS pertamakali untuk informasi yg salah/tidak tepat.

8242 Detection

BIOS mengecek pengedali keyboard Intel 8242 dan akan menginisiasi bila dia ditemukan. Kesalahan biasanya karena setelan “jumper” yg tidak tepat atau chip 8242.

Inisiasi Keyboard

Kesalahan terjadi mungkin pada keyboard atau pengendalinya.

Inisiasi floppy

Semuanya disetel dalam CMOS. Kesalahan mungkin pada setelan CMOS yg tidak tepat, pengendali floppy atau drive floppy-nya.

Deteksi Port-port Serial

BIOS mencari dan menginisiasi empat port serial pada 3F8, 2F8, 3E8, and 2E8. Kesalahan terdeteksi bila adanya salah pasang jumper atau setelan pada suatu tempat, atau adapternya rusak.

Deteksi Port-port Parallel

BIOS mencari dan menginisiasi empat port serial pada 378, 278, 3B8, and 2B8. Kesalahan terdeteksi bila adanya salah pasang jumper atau setelan pada suatu tempat, atau adapternya rusak.

Inisiasi Hard Drive

BIOS menginiasi hard drive yg telah disetel pada CMOS. Kesalahan biasanya terjadi karena kesalahan setelan CMOS, hard drive atau pengendali yg rusak.

Deteksi NPU Coprocessor

Inisiasi NPU coprocessor yg ditemukan. Kesalahan biasanya karena kesalahan setelan CMOS atau NPU rusak.

Inisiasi ROM Adapter

Inisiasi ROM adapter antara alamat C800 dan EFFF. ROM akan melakukan uji internal sebelum mengembalikan kendalinya pada sistem ROM. Kesalahan biasanya karena ROM adapter atau perangkat keras yg terpasang.

Inisiasi External Cache

External cache yg terdapat pada processor 486 akan diaktifkan. Kesalahan diindikasikan karena kesalahan setelan CMOS, pengendali cache atau kerusakan chip.

NMI (Non Maskabel Interupt) Unexpected Exceptions

Uji terakhir untuk unexpected exceptions sebelum memberikan kendali pada boot loader pada Int 19. Kesalahan biasanya pada parity memory yg rusak atau adapternya cacat.

Boot Errors

Kesalahan terjadi ketika BIOS mencoba booting ke drive yg telah disetel di CMOS atau karena kesalahan setelan drive di CMOS atau sebagaimana yg ditampilkan sebagai pesan kesalahan dilayar. Jika sistem mengalami “HANG” atau tidak memberikan respon, biasanya karena Master Boot Record atau Volume Boot Record bermasalah.

 

Selanjutnya,"PESAN ERROR DENGAN VISUAL"...

 

Bagian Sebelumnya                                           Bagian Selanjutnya

Rabu, 17 Desember 2008

Tabel A. Tahapan Test untuk BIOS AWARD diatas versi 4.2 (bagian 1)

CPU (Processor)

BIOS siap, verifikasi dan reset tanda error di CPU. Kesalahan disini biasanya karena CPU atau clock sistem.

Penentuan POST

BIOS menentukan apakah motherboard di set untuk beroperasi secara normal atau pengulangan POST. Jika tes POST terjadi berulang-ulang lebih dari 1-5 kali atau jumper di motherboard tidak diset untuk tes BURN-IN = didalam sirkuit terjadi kesalahan / rusak.

Pengendali Keyboard

BIOS menguji operasi pada chip pengendali keyboard (8042). Kegagalan disini biasanya karena chip keyboard yg rusak.

Status Burn In

Akan diulang 1-5 kali jika motherboard diset mode burn-in. Jika anda tidak mengeset motherboard dalam mode burn-in, ada kemungkinan dalam sirkuit ada yg konslet.

Inisiasi Chipset

BIOS mengosongkan semua register DMA dan status CMOS ialah 0E dan 0F. BIOS kemudian menginisiasi 8254 timer. Kesalahan pada tes ini kemungkinan karena chip timer.

CPU (Processor)

Suatu pola bit digunakan untuk memverifikasi fungsi register CPU. Kesalahan disini biasanya pada CPU atau clock chip.

RTC (Real Time Clock)

BIOS memverifikasi real time clock dengan CMOS pada interval tertentu. Kesalahan disini biasanya karena CMOS/RTC atau batere motherboard.

ROM BIOS Checksum

BIOS melakukan test checksum pada dirinya sendiri dengan nilai yg telah ditentukan dan hasilnya sama dengan 00. Kesalahan disini karena ROM BIOS.

Inisiasi Video

BIOS mengetes dan menginisiasi video controller. Kesalahan disini biasanya karena video controller (6845) atau karena kesalahan seting pada motherboard atau CMOS.

PIT (Programmable Interupt Timer)

BIOS mengetes fungsi channel 0, 1, and 2. Kesalahan disini biasanya karena PIT chip (8254/53)

CMOS Status

Walking bit pattern mengetes byte status CMOS shutdown 0F. Kesalahan biasanya karena CMOS.

Extended CMOS

BIOS mengecek setiap informasi tambahan dari chipset dan menyimpannya dalam area extended RAM. Kesalahan disini karena informasi yg tidak valid dan bisa dikoreksi oleh settingan CMOS secara defaults. Kesalahan lain kemungkinan karena chipset atau CMOS RAM.

DMA (Direct Memory Access)

Channel 0 and 1 diuji bersama-sama dengan halaman register chip pengendali DMA chip (8237). Kesalahan biasanya karena chip DMA.

Keyboard

Pengendali keyboard 8042 keyboard diuji fungsionalitasnya dan juga fungsi antarmukanya. Kesalahan biasanya karena chip 8042.

Refresh

Refresh memory diuji; antara nilai baku dan pola walking – bit. Kesalahan biasanya karena chip PIT dalam AT atau chip DMA dalam AT.

Memory

64K memory pertama diuji dengan pola walking bit. Kesalahan biasanya karena bank pertama dari RAM atau barisan data.

Interrupt Vectors

Table vektor interupsi BIOS dimuat ke bank pertama di RAM. Kesalahan biasanya bukan karena lokasi pada memory sudah diuji. Jika hal ini terjadi dicurigai karena BIOS atau RTC.

Video ROM

Video ROM diinisiasi untuk melaksanakan diagnosa internal sebelum kendali dikembalikan pada sistem BIOS. Kesalahan biasanya karena adapter video atau BIOS.

Video Memory

Ini diuji dengan pola bit. Hal ini akan dilewat bila ada ROM pada adapter video. Kesalahan biasanya karena memory yg ada pada adapter.

PIC (Programmable Interupt Controller)

Fungsionalitas interupsi chip pengendali diuji (8259). Kesalahan disini karena chip 8259, tapi tidak menutup kemungkinan karena siklus waktu (clock).

CMOS Battery

BIOS memverifikasi bahwa byte OD pada CMOS, untuk mengindikasikan adanya listrik pada batere CMOS. Kesalahan pertama mungkin pada batere pertama dan yg kedua pada CMOS.

CMOS Checksum

Uji checksum dilakukan terhadap CMOS. Kesalahan biasanya karena kesalahan SETUP, CMOS atau batere. Jika uji ini lulus, informasi ini akan digunakan untuk mengkonfigurasi sistem.

Menentukan Memory System

Memory diatas 640K dialamatkan dalam 64K blok. Kesalahan biasanya karena suatu baris alamat di memory atau chip DMA. Jika semua memory tidak ditemukan, kemungkinan ada chip memory yang rusak atau baris alamat memory pada 64K blok berlebih daripada yg ditemukan oleh sistem.

 

Bersambung ...... Lanjutan Tabel A

 

 

Bagian Sebelumnya Bagian Selanjutnya